Posted on April 22, 2010 | Category: Motivasi Pengembangan Diri
by: Internet Source
Rufi Rusa melangkahkan keempat kakinya dengan santai menyusuri pinggiran danau yang berair jernih dan banyak ikannya itu. Pandangannya terarah pada seekor kupu-kupu bersayap biru dengan garis-garis kemilau keemasan yang sedang terbang rendah di atas air. Jelas bukan sekali dalam hidupnya ia menemui kupu-kupu di sekitar gua tempat ia tinggal beserta kelompok rusa yang lain itu, namun entah kenapa, ia tidak pernah jemu mengagumi keanggunannya.
“Sedang mengamati kupu-kupu lagi, Rufi?”
Rufi menoleh ke belakang. Tampak Kakek Tore Rusa berjalan menghampirinya. Kakek Tore adalah rusa tua yang mengasuhnya sejak kecil, sejak ia ditinggal pergi oleh kedua rusa tuanya. Baginya, kakek Tore adalah sosok ayah sekaligus ibu yang selalu menjaganya.
“Iya, kek”, jawab Rufi. Ia geser sedikit tubuhnya ke kanan, memberi ruang bagi Kakek Tore untuk berdiri di sampingnya.
Kakek Tore menghentikan langkahnya. Ia berdiri sekitar 50cm di sebelah kiri Rufi. Kepalanya ia tengadahkan, menatap arah kupu-kupu biru yang tadi diperhatikan si Rufi. Kupu-kupu tadi sekarang sedang bercengkrama di udara dengan seekor burung gereja.
“Tahukah kamu berapa lama kupu-kupu itu bisa hidup Rufi?”
Rufi sedikit kaget karena kakek Tore tiba-tiba mengajukan pertanyaan kepadanya.
“Tiga tahun?”, tebak Rufi. Asal.
Kakek Tore menggeleng.
“Kebanyakan kupu-kupu hanya bisa bertahan hidup selama 2 hingga 14 hari.”
Kali ini Rufi benar-benar kaget. “Sungguh?”, ujarnya.
“Ya”, jelas sang kakek, “walaupun tidak semua. Ada beberapa spesies yang bisa hidup selama beberapa minggu atau berbulan-bulan. Namun secara keseluruhan ya itu tadi, umur mereka pendek”.
Rufi terdiam. Ia tidak menyangka binatang seindah dan seanggun kupu-kupu biru tadi hanya bisa menikmati dunia dalam waktu yang tidak lama. Ia tidak bisa membayangkan, apa jadinya jika ia ditakdirkan memiliki siklus hidup yang pendek seperti mereka.
Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan Rufi, kakek Tore sengaja berdiam diri. Membiarkan Rufi larut dalam pikiran dan bayangannya.
Seperti halnya Rufi, mungkin sekarang kita perlu mulai bertanya kepada diri kita sendiri tentang apa yang telah kita lakukan di masa kehidupan yang telah kita jalani.
Sumber: http://dongengmotivasi.com
» Filed Under Motivasi Pengembangan Diri