Posted on January 23, 2010 | Category: Motivasi Pengembangan Diri
By: Internet Source
Kacamata kuda diperlukan kusir (pengemudi) untuk memudahkan pekerjaannya. Kacamata kuda sering juga digunakan sebagai analogi bagi pandangan yang sempit. Orang yang menganalisa suatu masalah dari sudut pandang sempit sering disebut orang yang menggunakan kacamata kuda. Biasanya orang yang mempunyai sudut pandang sempit adalah orang yang sangat terbatas pengetahuannya, atau agak keras kepala. Meski demikian ada juga orang yang sudah mempunyai pendidikan formal cukup banyak, tapi wawasan dan sudut pandangnya sempit.
Yang terakhir ini perlu agak dicermati, apakah pendidikan formal yang dimiliki mempunyai kualitas yang mumpuni atau tidak. Terkadang kita tak menyadari bahwa kitapun memakai kacamata kuda dalam berbagai aspek kehidupan kita, kita terlalu ‘biasa’ menggenakannya sehingga kacamata kuda yang kita kenakan seakan menjadi bagian dari diri kita sehingga tak pernah sedikitpun terbesit untuk mencoba membuka kacamata kuda kita dan melihat berbagai aspek dengan cara pandang baru.
Salah satu contohnya mungkin adalah semakin membengkaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Namun hal tersebut bukanlah hal utama yang menjadi penyebab tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi.
Tetapi, MINDSET yang masih menganggap bahwa setelah lulus mencari kerja. Setiap lulusan perguruan tinggi memiliki ekspektasi berkerja di tempat yang bagus, lalu mendapatkan gaji yang besar. Mulailah mereka mengirim surat lamaran ke banyak tempat, dengan harapan langsung berkerja.
Walaupun begitu, realitas yang dihadapi tidak demikian. Karena itu mindset setiap lulusan, orangtua, dan masyarakat mulai saat ini perlu dirubah, bahwa lulusan perguruan tinggi ke depan yang berhasil adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan mencari kerja.
Karena, Kompetisi yang sangat tinggi. Ikut menyebabkan semakin sempitnya lulusan perguruan tinggi untuk dapat bersaing. Setiap tahun ratusan ribu lulusan dihasilkan dari perguruan tinggi dengan latar belakang jurusan ilmu yang berbeda. Persaingan ini sudah barang tentu akan mengakibatkan porsi lapangan kerja yang tersedia dengan lulusan yang ada tidak seimbang.
Kacamata kuda dapat berarti positif, yaitu membuat kita fokus pada tujuan kita. Akan tetapi ada kalanya kita perlu membuka sejenak ‘kacamata kuda’ yang kita miliki, untuk melihat hal lain yang mungkin belum terlihat jelas oleh kita.
Referensi: http://togarsilaban.wordpress.com/2007/12/17/sulitnya-melepaskan-kacamata-kuda/; http://bukuygkubaca.blogspot.com/2006/10/kacamata-kuda.html; http://www.ciputra.org/node/1055/ciptakan-jiwa-entrepreneur-sekarang.htm
» Filed Under Motivasi Pengembangan Diri
January 23rd, 2010 at 2:27 pm
saya setuju dengan kacamata kuda tersebut.
Oleh sebab itu saya mengambil kuliah jurusan manajemen bisnis, berharap bisa merubah itu semua dengan mencptakan lapangan pekerjaan.
Di mulai dari bisnis kecil2an di internet..
Akan tetapi terkadang tuntutan orang tua yang kolot membuat penghambat bagi itu semua. Mungkin karena indonesian dream ” belajar yang bener, kuliah yang bener, lulus cepet nilai bagus, kerja dgn gaji tinggi” hal yang saya rasa sangat mainstream dan akan membuat kita menjadi monoton. Membuat kita tidak berani untuk mencoba. Mungkin pemikiran orang tua yang takut untuk berbisnis adalah takut rugi atau bangkrut. Tapi selama kita tidak mencoba dan berusaha, kita tidak akan pernah tau hasilnya. Maka dari itu saya sangat setuju untuk mengembangkan jiwa entreupreuner, dan jangan takut terhadap resiko yang ada. Tapi jadikanlah sebagai tantangan.
salam.
January 23rd, 2010 at 2:45 pm
Tetap semangat Bung Tama!!
Orang tua berpikiran seperti itu hanya karena mereka sayang pada kita dan tidak mau kita menjalani hidup yang sulit.
Mari kita buktikan, bahwa pilihan kita adalah pilihan yang positif. Dan apabila berhasil akhirnya kita pun dapat membahagiakan orang tua dengan berbagi kesuksesan ini dengan mereka.